Contoh SoalBerikut contoh-contoh soal latihan

Macam-Macam Simbiosis dan Contohnya

Dalam ilmu pengetahuan alam (IPA) terutama Biologi, ada sebuah kondisi ketergantungan antara makhluk hidup yang disebut dengan simbiosis. Lebih tepatnya, simbiosis adalah hubungan antara dua atau lebih organisme yang hidup berdekatan. Ada beberapa macam simbiosis yang paling umum terjadi dalam kehidupan. Mari kita simak ulasannya.

Mengenal Macam-Macam Simbiosis

  • Simbiosis Mutualisme

Mutualisme berarti kedua pasangan makhluk hidup tersebut, masing-masing saling memberikan manfaat. Contohnya dari simbiosis mutualisme ini adalah hubungan antara burung plover dan buaya. Burung plover adalah sejenis burung kecil yang suka hinggap di mulut buaya yang sedang terbuka lebar.

Khususnya di daerah tropis Afrika, buaya senang berdiam diri sambil membuka mulutnya lebar-lebar. Pada saat itulah, burung plover terbang ke mulut buaya lalu hinggap di sana. Burung tersebut lalu memakan daging busuk yang tersangkut di gigi buaya. Namun, buaya tidak memakan burung plover itu.

Macam-Macam Simbiosis dan Contohnya
Macam-Macam Simbiosis dan Contohnya

Sebagai gantinya, buaya menghargai yang telah dilakukan burung plover, karena sudah membersihkan giginya. Jadi, burung plover juga bisa mendapat makanan, dan gigi buaya menjadi bersih. Secara kebetulan, burung plover Mesir juga dikenal dengan nama burung buaya.

Baca juga : Golongan Hewan Berdasarkan Jenis Makanannya

  • Simbiosis Komensalisme

Pada simbiosis komensalisme ini, hanya satu spesies yang mendapat manfaat. Sementara, spesies lainnya tidak terbantu atau menjadi pihak yang akan dirugikan. Contoh dari simbiosis komensalisme ini adalah ikan remora yang struktur tubuhnya sangat bertulang dan memiliki sirip punggung.

Sirip tersebut terletak di bagian belakang tubuh ikan, dan fungsinya seperti cawan pengisap. Ikan remora menggunakan sirip ini untuk melekatkan diri pada paus, hiu, atau pari, dan memakan sisa makanan yang ditinggalkan oleh inang mereka.

Jadi, dalam proses simbiosis komensialisme ini, ikan remora mendapatkan makanan. Sementara, inangnya tidak mendapatkan apa-apa. Memang macam simbiosis ini cukup egois karena satu pihak untung dan satunya lagi rugi. Namun, keduanya sama-sama tidak saling menyakiti.

  • Simbiosis Parasitisme

Dalam simbiosis ini, satu organisme atau parasit akan diuntungkan, sementara inangnya akan menderita. Bentuk simbiosis ini bisa dibilang paling tidak menguntungkan. Contohnya adalah kutu rusa dengan inangnya. Kutu rusa sendiri merupakan hewan parasit.

Hewan parasit tersebut menempel pada hewan berdarah panas yaitu rusa, dan mengisap darahnya. Kutu membutuhkan darah pada setiap tahap siklus kehidupannya. Mereka juga membawa penyakit Lyme, yaitu penyakit yang dapat menyebabkan kerusakan persendian, komplikasi jantung, dan masalah ginjal.

Jadi, kutu mendapatkan manfaat dari mengisap darah hewan yang ditempelinya. Namun sayangnya, hewan tersebut menderita kehilangan darah dan nutrisi dalam tubuhnya. Belum lagi, ada kemungkinan hewan inang tersebut akan menderita sakit akibat terkena penyakit yang dibawa oleh kutu.

Faktor yang Dibutuhkan Simbiosis Agar Sukses

  • Simbiosis Memerlukan Keseimbangan

Agar bisa sukses, hubungan simbiosis membutuhkan keseimbangan. Bahkan, macam simbiosis seperti parasitisme yang berciri-ciri satu spesies dilukai atau menderita, tetap berjalan dengan seimbang, sehingga inangnya hidup cukup lama untuk memungkinkan parasit menyebar dan bereproduksi.

  • Hubungan Simbiosis Hasil dari Ko-Evolusi

Simbiosis memiliki hubungan-hubungan yang rumit antara spesies, di mana hal tersebut merupakan hasil dari co-evolution yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Bakteri adalah makhluk hidup pertama yang ada di planet ini.

Baca juga : 2 Jenis Metamorfosis pada Hewan dan Contohnya

Bakteri bersama dengan semua makhluk bumi lainnya hidup berdampingan dan berevolusi bersama, selama ratusan juta tahun. Saat ini, mikroba sangat penting dan dibutuhkan untuk berbagai fungsi dasar berbagai organisme, termasuk asupan makanan, reproduksi, dan perlindungan.

Demikianlah berbagai macam simbiosis beserta contohnya, dan faktor penting apa saja yang berpengaruh terhadap keberlangsungan prosesnya.

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *